
IKPLN bekerja sama dengan PLN (cq. TJSL) menyelenggarakan pelatihan non ketenagalistrikan untuk anggota IKPLN di berbagai daerah. Dalam bulan ini telah dilakukan tiga kali pelatihan dan direncanakan satu pelatihan lagi dengan tema berbeda. Keempatnya adalah pelatihan Digital Marketing di Jakarta, diikuti oleh anggota IKPLN Daerah Jakarta Pusat-Pusat pada taggal 10 – 11 Desember 2025, pelatihan Hidroponik di Banjarnegara, diikuti oleh anggota IKPLN Daerah Jawa Tengah dan DIY pada tanggal 13 Desember 2025, pelatihan Tata Boga di Banjarbaru, diikuti oleh anggota IKPLN Daerah Kalimantan Selatan dan Tengah pada tanggal 14 – 15 Desember 2025 dan pelatihan Integrated Farming akhir Desember 2025 di Yogyakarta, diikuti anggota IKPLN Daerah Jawa Tengah dan DIY.
.jpeg)
Tujuan pelatihan adalah membekali para anggota IKPLN yang berminat di bidangnya dengan pengetahuan praktis tentang tema terkait. Peserta pelatihan telah diseleksi benar-benar yang berminat sehingga setelah pelatihan bisa mengimplementasikan ilmu di bidangnya.
Ketum IKPLN Syamsul Huda saat pembukaan pelatihan Digital Marketing mengatakan bahwa maksud dan tujuan keberadaan organisasi IKPLN sesuai ART adalah memberikan rasa aman, tentram, sebagai sarana komunikasi sosial serta upaya mewujudkan kemandirian anggotanya. Selain itu juga untuk menciptakan peluang kegiatan agar terbentuk kondisi kehidupan sejahtera melalui pemberdayaan potensi, pengalaman, keahilan dan ketrampilan anggota. Pelatihan di bidang non ketenagalistrikan adalah salah satu bentuk implementasinya. “Untuk itu sangat diharapkan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat segera diterapkan dalam bentuk usaha yang produktif sehingga bisa bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari keluarga dan lingkungan sarta dapat menambah penghasilan. Akan lebih baik lagi apabila dapat menggerakkan lingkungan/kelompoknya agar menjadi lebih besar (efek snowballing)” kata Huda.

Ketua 1 IKPLN Edi Srimulyanti saat pembukaan pelatihan Hidroponik mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan upaya IKPLN untuk memberikan bekal kepada para anggota untuk berkegiatan positif. ”Setelah pelatihan ini diharapkan purnakarya masih bisa berkarya dan terus beraktifitas dengan bonus kesehatan dan tambahan pendapatan” katanya.

Sementara Ketua 2 IKPLN Bob Saril saat pembukaan pelatihan Tata Boga berharap para peserta pelatihan bisa mengambil manfaat maksimal dari pelatihan ini. ”Pelatihan ini merupakan salah satu upaya organisasi untuk menciptakan kegiatan positif bagi para anggota. Peluang usaha tidak hanya untuk kita atau keluarga namun juga untuk orang lain. Jika nanti peserta ada yang bisa mendirikan rumah makan atau usaha catering tentu akan menyerap tenaga kerja bagi banyak orang” katanya.

Program ini bukan sekedar selesai setelah pelatihan selesai. Akan ada program pendampingan, monitoring dan evaluasi yang dikordinir oleh IKPLN Daerah pada saat implementasi. Dengan demikian manfaat pelatihan benar-benar dapat dirasakan oleh anggota IKPLN, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga dan lingkungannya.
Rachmat, salah seorang peserta pelatihan Digital Marketing mengatakan pelatihan ini cukup bagus memberi wawasan baru tentang bagaimana memasarkan produk atau jasa melalui pembuatan iklan aecara digital di media.









Komentar