(Jakarta 11 April 2026) IKPLN Pusat menggelar acara Silaturahmi Keluarga Besar IKPLN se Indonesia secara hybrid offline dan online. Acara yang digelar Sabtu 11 April 2026 itu berlangsung akrab, hangat dan sederhana. Hadir Direktur Legal dan Manajemen Human Capital (DIRLHC) PLN yang juga Pembina IKPLN Yusuf Didi Setiarto (online), Ketua Umum IKPLN Syamsul Huda, Ketua IKPLN Bob Saril, Dirut Dapen PLN Antonius RT Artono, Ketum YPK PLN Supriyadi dan para undangan.
Para senior PLN di Jakarta hadir offline di kantor PLN Pusat, termasuk pengurus IKPLN Pusat, IKPLN Daerah yang ada di Jakarta. Sementara para pengurus IKPLN Daerah lain dan pengurus IKPLN Cabang hadir secara online.
Masih dalam suasana lebaran, acara diisi dengan penyampaikan ucapan selamat Idul Fitri dari kalangan empat pilar yaitu Dirut PLN, Dirut Dapen PLN, Ketum YPK PLN dan Ketum IKPLN. Selanjutnya juga ada ucapan dari para pengurus 27 IKPLN Daerah di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya Yusuf Didi menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung IKPLN bersama YPK PLN dan Dapen PLN dengan sekuat tenaga memberikan yang terbaik bagi para pensiunan. Tentu semua dalam koridor integritas dan sesuai ketentuan yang berlaku. Kapasitas dan kemampuan yang masih banyak dimiliki para pensiunan juga bisa diberdayakan untuk memberikan nilai tambah kepada PLN, Dapen, YPK dan kepada para pensiunan sendiri.
Yusuf Didi mengibaratkan PLN sebagai pesawat besar. ”PLN memiliki kondisi sangat ideal. Seperti pesawat bermesin jet kita memiliki bodi besar yaitu PLN. Kita memiliki dua engine di kiri dan kanan yaitu Dapen PLN dan YPK PLN. Kami saling berkolaborasi” kata Yusuf Didi. Apalagi para pengurus Dapen dan YPK adalah para senior yang boleh dikatakan sudah selesai dengan hidupnya, sehingga bisa memberikan sumbangsih yang terbaik dan meningkatkan value creation.
Yusuf Didi menambahkan bahwa semangat untuk memberikan kebahagiaan lebih kepada para purna karya ini sudah beresonansi ke seluruh Direksi PLN. ”Sehingga semakin banyak pimpinan PLN group menjadi lebih aware dan peduli untuk menjadikan masa-masa purna tugas patut kita pikirkan bersama. Sehingga kita tidak bekerja sendiri. Semua berusaha memberikan kontribusi sesuai bidang tugas masing-masing” katanya.
Ada satu tagline yang kami jadikan narasi menggugah yaitu ”Pada saat bekerja sejahtera pada saat pensiunan bahagia”.
Yusuf Didi juga mengingatkan agar kita menjauhkan diri dari kepentingan pribadi. ”Jangan sampai ada pensiunan kita dengan cara apapun menggunakan maksud baik ini untuk kepentingan pribadi. Mari kita luruskan niat apa yang menjadi tujuan dan rancangan besar ini bisa terselenggarakan dengan tata kelola yang baik” kata Didi.
Terakhir Yusuf Didi juga mengajak pensiunan untuk terus mengembangkan senam ling tien kung. Dalam hal ini Didi mengajak Dapen dan YPK untuk mendukung senam ling tien kung ini.
Sebelumnya Huda mengatakan bahwa Idul Fitri bukan sekedar perayaan namun juga momentum untuk membersihkan hati, memperkuat silaturahmi dan memperbaharui semangat pengabdian kita. Bagi kita masa purna bakti bukan akhir pengabdian, namun justru awal dari peran baru sebagai teladan, penjaga nilai dan sumber kebijaksanaan. “Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para senior PLN, sebagai pilar yang telah membangun PLN, pejuang yang menerangi negeri dan sumber inspirasi bagi para penerus” kata Huda.
IKPLN hadir sebagai rumah besar bagi seluruh keluarga pensiunan PLN dengan tujuan menjaga kebersamaan, memberikan rasa aman dan meningkatkan kesejahteraan anggota. “Kami berupaya IKPLN bukan sekedar wadah silaturahmi namun juga wadah pemberdayaan anggota. Alhamdulillah kami sudah mendapatkan database pensiunan PLN dan sedang diolah oleh pengurus untuk menjadi dasar memasarkan anggota yang masih ingin berkarya” lanjutnya.
Huda juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada PLN atas dukungannya yang luar biasa. Juga terima kasih kepada Dapen dan YPK PLN.









Komentar