




(Jakarta, 21 Mei 2025) IKPLN Pusat sukses menyelenggarakan UMKM Talk Series #7 dalam bentuk webinar pada hari Rabu 21 Mei 2025. Acara yang menghadirkan tiga pembicara dengan tema berbeda itu dihadiri oleh EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto, Ketua Umum IKPLN Syamsul Huda, Ketua II IKPLN Bob Saril, para pengurus IKPLN Pusat, Daerah dan Cabang serta anggota dengan total 314 peserta webinar.
Dengan mengusung tema ”Mengembangkan UMKM, Meningkatkan Kesejahteraan Pensiunan” webinar menghadirkan pembicara Manajer Pengelolaan UMK PLN, Moh Kukuh Amukti dengan topik peluang bantuan TJSL kerja sama PLN dan bank BRI, expert eco enzyme Trami Soesilowati dengan topik pembuatan eco enzyme selamatkan bumi Indonesia dan pensiunan PLN Juhandi dengan topik budidaya perikanan, kisah sukses pensiunan IKPLN. Acara terselenggara berkat dukungan penuh fihak PLN melalui Divisi Komunikasi Korporat dan TJSL..
Ketua panitia, Bima Putrajaya mengatakan bahwa UMKM Talk merupakan acara rutin yang diselenggarakan IKPLN sejak tahun 2022. “Dan acara series ini kini yang ke tujuh kalinya diadakan dengan tujuan mengajak para pensiunan PLN untuk menjalankan usaha produktif baik perorangan maupun kelompok untuk meningkatkan pendapatan pasca pensiun serta melakukan kegiatan yang bermakna” katanya.
Dalam sambutannya Syamsul Huda mengatakan bahwa acara sharing seperti ini sangat bagus untuk memotivasi dan menginspirasi para anggota IKPLN untuk lebih semangat dalam mengembangkan usaha sesuai minat dan kemampuan. “UMKM bisa menjadi penopang ekonomi di masa sulit dan pensiunan PLN pelaku UMKM bisa menjadi bagian penting dari kekuatan itu. Dukungan pemerintah dan PLN sangat besar melalui program TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan) dan ini merupakan peluang bagus bagi kita” kata Huda.
Greg Adi mengatakan siap mendukung agenda IKPLN dengan konsep hubungan kerja yang profesional, berintegritas dan kolaboratif.
Kegiatan TJSL PLN selain menyentuh isu lingkungan juga untuk memberdayakan masyarakat. Selain itu juga untuk tujuan mendapatkan legitimasi sosial PLN di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut dalam koridor tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainability development goals/SDGs) yang meliputi 17 parameter.
"Program PLN bukan sekedar pembiayaan tapi investasi yang akan kembali dalam bentuk dukungan sosial dari masyarakat terhadap PLN beserta kebijakannya" kata Greg.
Sementara Kukuh menyampaikan program pendanaan usaha kecil dan usaha mikro (PUMK) untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil dan mikro agar menjadi tangguh dan mandiri. Jika dahulu pendanaan serupa disalurkan langsung oleh PLN, kini harus disalurkan melalui BUMN penyalur dalam hal ini bank BRI dan Pegadaian.
Calon mitra binaan yang berhak mendapatkan PUMK adalah usaha mikro dan usaha kecil, milik WNI, berdiri sendiri, bisa perorangan atau badan usaha, punya potensi dan prospek, usaha sudah berjalan minimal 6 bulan, belum menerima PUMK dari BUMN lain dan lokasi usaha maksimal 15 km dari outlet.
Terkait eco enzyme Trami mengatakan bahwa ini adalah teknologi ramah lingkunga, biaya rwndah dan sederhana yang dapat mengurangi polusi lingkungan tanah, air dan udara. Eco enzyme merupakan cairanalami serba guna yang merupakan hasil fermentasi dari gula merah asli (molase)bahan organik (kulit buah, sisa sayuran yang masih baik, bersih dan tidak busuk) dan air bersih (air kran, air hujan, air sumur) dengan perbandingan 1 : 3 : 10.
Sedangkan Juhandi, pensiunan anggota IKPLN Jabar yang telah sukses melakukan budidaya ikan menceritakan pengalamannya merintis dan dan membesarkan usaha perikanannya di daerah Sumedang.
Acara ditutup oleh Ketua II IKPLN Bob Saril, yang menyampaikan terima kasih kepada semua fihak dan berharap acara serupa tetap dilaksanakan dengan materi yang memberikan manfaat bagi anggota IKPLN.***)









Komentar